Khairul Umam memberikan Sambutan pada kegiatan IIX Canada

Makassar Jajaki Kolaborasi dengan IIX dan Pemerintah Kanada untuk Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Perempuan

Penguatan UMKM tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga akses terhadap pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan bisnis. Bagi UMKM yang dipimpin perempuan, dukungan tersebut menjadi salah satu aspek penting untuk memperluas peluang pertumbuhan dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Upaya ini menjadi salah satu fokus audiensi program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI) yang diselenggarakan oleh Impact Investment Exchange (IIX) bersama Global Affairs Canada pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Ballroom Lantai 1 Makassar Government Center (MGC), Kota Makassar.

Dalam kegiatan tersebut, Khairul Umam, S.T., M.T., selaku Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar, hadir membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan. Audiensi ini mempertemukan perwakilan IIX, Global Affairs Canada, pemangku kepentingan daerah, serta pelaku usaha untuk mendiskusikan kebutuhan dan peluang pengembangan UMKM perempuan di Makassar.

Dari pihak IIX, hadir Dipti Agarwal selaku Vice President Impact Partner, Arvito Soebiakno selaku Senior Analyst Impact Partner, dan Yoan Oktaviani selaku Senior Associate Program. Sementara itu, Global Affairs Canada diwakili oleh Melisa Go, Senior Program Officer.

Memetakan Kebutuhan UMKM untuk Akses Pembiayaan

Program IIRI merupakan inisiatif yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi UMKM perempuan melalui peningkatan kapasitas bisnis dan perluasan akses pembiayaan. Kehadiran program ini di Makassar menjadi bagian dari upaya menjalin kemitraan regional sekaligus memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha secara langsung.

Audiensi tersebut tidak hanya menjadi ruang perkenalan program, tetapi juga kesempatan untuk memetakan kebutuhan UMKM lokal. Pemahaman terhadap kondisi usaha, kapasitas pengelolaan bisnis, serta kebutuhan pendanaan diperlukan agar dukungan yang diberikan dapat lebih relevan dengan situasi pelaku usaha.

Bagi UMKM, akses pembiayaan tidak selalu cukup diselesaikan dengan tersedianya sumber dana. Pelaku usaha juga perlu memiliki kesiapan bisnis, mulai dari pengelolaan keuangan, kejelasan model bisnis, potensi pasar, hingga kemampuan menjelaskan rencana pengembangan usaha kepada calon mitra pendanaan.

Oleh karena itu, pendekatan investment readiness menjadi relevan. Pendekatan ini membantu pelaku usaha mempersiapkan bisnis agar lebih siap dinilai dan dipertimbangkan oleh pihak yang menyediakan pendanaan atau investasi.

Mendorong Kesiapan Bisnis dan Peluang Investasi Berdampak

Melalui program IIRI, UMKM perempuan berpeluang memperoleh penguatan kapasitas bisnis sekaligus terhubung dengan jaringan pendanaan. Pendekatan ini diharapkan membantu pelaku usaha memahami tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum mengakses sumber pembiayaan yang sesuai.

Dalam konteks pengembangan UMKM, kesiapan investasi berkaitan dengan kemampuan usaha menunjukkan potensi pertumbuhan, mengelola operasional, dan membangun model bisnis yang berkelanjutan. Dengan persiapan yang lebih baik, pelaku usaha dapat memiliki dasar yang lebih kuat ketika menjajaki kerja sama dengan lembaga keuangan maupun investor.

Program ini juga membawa perspektif investasi berdampak, yaitu pendekatan pendanaan yang mempertimbangkan manfaat sosial atau lingkungan di samping aspek finansial. Bagi UMKM perempuan, penguatan usaha diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas ekonomi individu, tetapi juga membuka peluang manfaat yang lebih luas bagi keluarga dan komunitas.

Meski demikian, kebutuhan setiap UMKM tentu berbeda. Karena itu, pemetaan kebutuhan menjadi langkah penting untuk memahami bentuk pendampingan dan akses pembiayaan yang paling sesuai bagi masing-masing usaha.

Memperkuat Peran Ekosistem dalam Pengembangan UMKM

Sebagai bagian dari ekosistem pengembangan usaha di Makassar, Inkubator Bisnis Kota Makassar memiliki peran dalam mendukung pelaku UMKM melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, dan penguatan koneksi dengan berbagai mitra.

Kolaborasi dengan lembaga seperti IIX dan Global Affairs Canada membuka ruang untuk memperluas dukungan tersebut, khususnya dalam aspek kesiapan bisnis dan akses pembiayaan. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendanaan, asosiasi, komunitas, dan pelaku usaha diperlukan agar program pengembangan UMKM dapat menjawab kebutuhan yang benar-benar dihadapi di lapangan.

Audiensi ini menjadi salah satu langkah awal untuk membangun pemahaman bersama mengenai potensi, tantangan, dan kebutuhan UMKM perempuan di Makassar. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program yang lebih terarah dan peluang kolaborasi berikutnya.

Pada akhirnya, penguatan UMKM perempuan bukan hanya tentang membantu usaha bertahan, tetapi juga membangun kesiapan agar mereka dapat tumbuh, mengakses peluang pendanaan, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Makassar memiliki peluang untuk terus memperkuat ekosistem usaha yang lebih inklusif dan membuka kesempatan pertumbuhan bagi lebih banyak pelaku UMKM.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart

Hey Yo! Don't know why you here, but nice to see ya!

X
Scroll to Top