Semangat berwirausaha dapat mulai dibangun sejak bangku sekolah. Generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenali berbagai persoalan di sekitarnya, menemukan peluang, dan mengembangkan ide menjadi usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Khairul Umam, S.T., M.T., selaku Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar, saat menjadi pemateri dalam Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 1 Makassar pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang Multimedia SMKN 1 Makassar ini mengusung tema “Generasi Muda Kreatif, Mandiri, dan Berwirausaha”.
Dalam kesempatan tersebut, Khairul berbagi pengalaman mengenai pengembangan UMKM di Kota Makassar, termasuk keterlibatannya dalam mendampingi ribuan pelaku usaha melalui ekosistem Inkubator Bisnis Kota Makassar.
Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi peserta yang terdiri dari siswa SMK dan SMA di Kota Makassar. Khairul mengajak mereka melihat kewirausahaan bukan sekadar aktivitas jual beli, melainkan proses belajar untuk memahami kebutuhan orang lain, menawarkan solusi, dan membangun usaha secara bertahap.
Belajar dari Pengalaman Mendampingi Ribuan UMKM
Pengalaman mendampingi sekitar 4.000 UMKM di Makassar memberikan banyak pelajaran mengenai tantangan dan peluang dalam membangun bisnis. Setiap usaha memiliki karakteristik berbeda, mulai dari produk yang ditawarkan, kondisi pasar, kemampuan pengelolaan, hingga tantangan dalam mengembangkan penjualan.
Melalui pengalamannya tersebut, Khairul mendorong peserta untuk memahami bahwa tidak semua ide yang menarik otomatis menjadi peluang bisnis. Sebuah usaha perlu berangkat dari kebutuhan yang benar-benar ada dan memiliki calon pelanggan yang jelas.
Karena itu, siswa yang ingin mulai berwirausaha perlu membiasakan diri mengamati lingkungan sekitar. Persoalan sederhana yang ditemui sehari-hari dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan produk atau layanan yang bermanfaat.
Selain itu, calon wirausaha perlu berani mencoba, mengevaluasi hasil, dan memperbaiki pendekatan ketika menemukan kendala. Proses membangun usaha tidak selalu berjalan sesuai rencana, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda.
Mengenali Pasar dan Menemukan Peluang Usaha
Salah satu tips yang ditekankan Khairul adalah pentingnya mengenali pasar sebelum mengembangkan produk. Siswa perlu memahami siapa calon pelanggan mereka, apa yang dibutuhkan, serta alasan seseorang bersedia membeli produk yang ditawarkan.
Pemahaman tersebut dapat dibangun melalui observasi sederhana dan percakapan langsung dengan calon pelanggan. Dari proses itu, calon wirausaha dapat memperoleh masukan mengenai kebutuhan pasar sekaligus mengevaluasi apakah ide bisnis yang dimiliki benar-benar relevan.
Khairul juga mengingatkan bahwa pengembangan usaha tidak harus selalu dimulai dengan modal besar atau produk yang kompleks. Pelajar dapat memulai dari skala kecil, menguji respons pasar, kemudian memperbaiki produk berdasarkan pengalaman dan masukan yang diperoleh.
Pendekatan ini membantu siswa belajar mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar asumsi. Dengan demikian, proses belajar berwirausaha menjadi lebih terarah dan memberikan pengalaman yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis pada tahap berikutnya.
Terus Belajar dari Siapa Pun dan di Mana Pun
Selain kemampuan membaca pasar, Khairul menekankan pentingnya kemauan untuk terus belajar. Pengetahuan dan keterampilan berwirausaha dapat diperoleh dari banyak sumber, termasuk guru, teman, pelaku usaha, komunitas, mentor, maupun pengalaman langsung ketika mencoba menjalankan bisnis.
Bagi generasi muda, keterbukaan terhadap masukan merupakan modal penting untuk berkembang. Setiap interaksi dapat memberikan perspektif baru, sementara setiap kegagalan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah berikutnya.
Khairul mendorong peserta agar tidak menunggu sampai merasa sepenuhnya siap untuk mulai belajar dan mencoba. Sebaliknya, mereka dapat memanfaatkan kesempatan selama masa sekolah untuk mengeksplorasi minat, mengembangkan kreativitas, dan mengenali potensi usaha yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dengan kebiasaan belajar yang berkelanjutan, siswa diharapkan dapat membangun pola pikir wirausaha yang lebih adaptif dan siap menghadapi perubahan kebutuhan pasar.
Memanfaatkan Inkubator Bisnis sebagai Support System
Dalam sesi tersebut, Khairul juga mengajak para peserta untuk tidak merasa harus membangun usaha sendirian. Ekosistem pendukung memiliki peran penting dalam membantu calon wirausaha memperoleh pengetahuan, pendampingan, jejaring, dan akses terhadap peluang pengembangan bisnis.
Salah satu sumber dukungan yang dapat dimanfaatkan adalah Inkubator Bisnis Kota Makassar. Melalui ekosistem inkubasi, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan untuk memperkuat berbagai aspek bisnis, mulai dari pengembangan produk, pemasaran, pengelolaan usaha, hingga kesiapan untuk memperluas pasar.
Bagi siswa yang mulai merintis usaha, keberadaan mentor dan komunitas juga dapat membantu mereka mengevaluasi ide serta menentukan langkah pengembangan yang lebih realistis.
Pesan ini menegaskan bahwa keberhasilan berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemauan untuk berkolaborasi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Membangun Generasi Muda yang Kreatif dan Mandiri
Seminar Kewirausahaan SMKN 1 Makassar menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal dunia usaha melalui pengalaman praktis dan perspektif pengembangan UMKM. Materi yang disampaikan Khairul Umam mengajak peserta untuk mulai melihat peluang di sekitar, memahami kebutuhan pasar, terus meningkatkan kapasitas diri, serta membangun jejaring pendukung.
Kewirausahaan dapat menjadi salah satu jalan bagi generasi muda untuk menciptakan peluang dan memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat. Namun, proses tersebut membutuhkan kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi dalam mengembangkan usaha.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya terinspirasi untuk memiliki bisnis, tetapi juga mulai membangun langkah nyata sesuai dengan potensi dan kemampuan mereka.
Dengan dukungan lingkungan sekolah, mentor, komunitas, dan ekosistem inkubasi, generasi muda Makassar memiliki peluang untuk mengembangkan ide menjadi usaha yang relevan, mandiri, dan berkelanjutan.





