Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang membutuhkan kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu semangat yang dihadirkan melalui Program Saudagar Tallo, sebuah inisiatif pengembangan UMKM yang ditujukan bagi para pelaku usaha di Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Program Saudagar Tallo yang dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Masjid Syura, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Tallo di bawah koordinasi Camat Tallo, Andi Husni, S.STP., M.Si.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh wawasan mengenai pengembangan usaha, memahami pentingnya legalitas, serta mendapatkan dukungan awal untuk meningkatkan kesiapan bisnis mereka agar mampu berkembang dan bersaing di pasar.
Menghadirkan Tiga Perspektif dalam Pengembangan Kewirausahaan
Sosialisasi dan edukasi ini menghadirkan tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari penguatan program di tingkat kecamatan, nilai historis kewirausahaan masyarakat Tallo, hingga aspek pengembangan usaha secara praktis.
Andi Husni, S.STP., M.Si., selaku Camat Tallo, menjadi salah satu narasumber sekaligus penggerak inisiatif Program Saudagar Tallo. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendorong pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Tallo agar memperoleh akses pembinaan dan kesempatan pengembangan usaha yang lebih terarah.
Narasumber berikutnya, H. Ilyas Ali Arief Daeng Mallawa Karaeng’ta Pasi’, selaku Ketua Dewan Adat Tallo, menyampaikan perspektif mengenai sejarah dan budaya kewirausahaan dalam lingkungan Kerajaan Tallo. Perspektif tersebut memberikan pengingat bahwa semangat berdagang, membangun kemandirian ekonomi, dan mengembangkan potensi lokal merupakan bagian dari perjalanan panjang masyarakat Tallo.
Sementara itu, Khairul Umam, S.T., M.T., selaku Manager Inkubator UMKM Kota Makassar, membawakan materi mengenai penguatan kapasitas usaha, khususnya pentingnya legalitas bagi pelaku UMKM. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa legalitas bukan sekadar kelengkapan administrasi, melainkan salah satu fondasi penting agar usaha dapat berkembang, memperoleh kepercayaan konsumen, serta membuka peluang untuk mengakses berbagai program pembinaan dan kemitraan.
Penguatan Legalitas sebagai Fondasi UMKM Naik Kelas
Dalam sesi edukasi, Khairul Umam mengajak peserta untuk mulai memperhatikan kelengkapan legalitas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing usaha.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, perizinan terkait produk pangan seperti PIRT atau BPOM sesuai kategori produk, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Menurutnya, pelaku UMKM perlu memahami bahwa pengembangan bisnis tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan atau kualitas produk. Kesiapan administrasi dan kepatuhan terhadap ketentuan usaha juga menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini turut memberikan ruang pendampingan secara langsung. Sebanyak enam orang fasilitator hadir untuk membantu peserta dalam proses pembuatan dan pengurusan legalitas usaha. Melalui dukungan fasilitator tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan bantuan praktis sesuai kebutuhan administrasi usahanya.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kendala yang selama ini dihadapi pelaku UMKM dalam mengakses layanan legalitas, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan proses administrasi dan pemanfaatan layanan digital.
Tiga Pilar Pengembangan dalam Program Saudagar Tallo
Program Saudagar Tallo dirancang sebagai inisiatif pengembangan UMKM yang tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperoleh pendampingan dan akses pengembangan pasar.
Secara umum, terdapat tiga komponen utama yang menjadi bagian dari program ini:
- Pengembangan UMKM bersama Inkubator Bisnis Kota Makassar. Pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembinaan dan pendampingan guna memperkuat kapasitas bisnis, mulai dari aspek dasar pengelolaan usaha hingga pengembangan produk dan pemasaran.
- Penyediaan lapak UMKM di CFD Arief Rachman Hakim. Inisiatif ini memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan pasar.
- Kampung Konten. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan konten digital sebagai sarana promosi dan penguatan identitas produk UMKM, sehingga pelaku usaha dapat menjangkau konsumen melalui kanal pemasaran yang lebih luas.
Ketiga komponen tersebut diharapkan dapat saling mendukung, mulai dari peningkatan kapasitas internal usaha, perluasan akses pemasaran secara langsung, hingga penguatan promosi melalui media digital.
Mendorong UMKM Tallo Lebih Siap Bersaing
Melalui kegiatan ini, Khairul Umam juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas usahanya. Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan perbaikan agar produk yang ditawarkan mampu bersaing dengan produk lain yang telah lebih dahulu berkembang di pasar.
Pengembangan UMKM membutuhkan proses yang bertahap. Legalitas menjadi salah satu langkah awal, tetapi perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, serta kemampuan memahami kebutuhan konsumen.
Kehadiran Program Saudagar Tallo menjadi salah satu bentuk kolaborasi di tingkat lokal untuk mendekatkan akses pembinaan kepada pelaku usaha. Dengan dukungan Pemerintah Kecamatan Tallo dan pendampingan dari Inkubator Bisnis Kota Makassar, program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM lokal untuk berkembang secara terarah dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, semangat UMKM Naik Kelas tidak hanya diukur dari seberapa besar usaha bertumbuh, tetapi juga dari kesiapan pelaku usaha dalam membangun bisnis yang semakin tertata, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat di Kecamatan Tallo.









