Khairul Umam menjadi pemateri pada kegiatan BRIDA Makassar

Khairul Umam Dorong Pengembangan Usaha Berbasis Riset dengan Design Thinking

Makassar – Pengembangan bisnis tidak selalu harus dimulai dari sebuah produk. Dalam banyak kasus, bisnis yang kuat justru berawal dari kemampuan memahami masalah secara mendalam dan menemukan solusi yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan “Fasilitasi dan Pembinaan untuk Perusahaan Pemula Berbasis Riset” yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar, Senin, 31 Agustus 2026, di Hotel Best Western Makassar.

Kegiatan ini mengangkat tema “Pengembangan Usaha Berbasis Riset Menggunakan Metode Design Thinking” dan menghadirkan Khairul Umam, S.T., M.T., Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar, sebagai narasumber.

Riset Menjadi Fondasi Pengembangan Bisnis

Dalam pemaparannya, Khairul Umam menjelaskan bahwa riset memiliki peran penting dalam membangun bisnis. Riset membantu pelaku usaha memahami masalah sebelum menentukan produk atau solusi yang akan dikembangkan.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam pengembangan bisnis adalah terlalu cepat membuat produk tanpa terlebih dahulu memahami kebutuhan pengguna.

Karena itu, pendekatan Design Thinking menjadi relevan untuk perusahaan pemula berbasis riset. Metode ini membantu pelaku usaha melihat persoalan dari sudut pandang pengguna.

Proses tersebut dimulai dengan memahami kebutuhan pengguna, merumuskan masalah, menghasilkan ide solusi, membuat prototipe, dan melakukan pengujian.

Dengan pendekatan ini, solusi yang dikembangkan tidak hanya berdasarkan asumsi dari pemilik bisnis. Sebaliknya, solusi dibangun berdasarkan pemahaman terhadap persoalan nyata yang dihadapi pengguna.

Memahami Masalah Sebelum Menawarkan Solusi

Khairul menekankan pentingnya melihat masalah secara lebih mendalam.

Sebuah masalah yang terlihat sederhana belum tentu memiliki akar persoalan yang sederhana. Karena itu, pelaku usaha perlu menggali kebutuhan dan perilaku pengguna sebelum menentukan solusi.

Pendekatan ini juga membantu perusahaan pemula mengurangi risiko membangun produk yang tidak memiliki pasar.

Masalah harus dipahami terlebih dahulu. Setelah itu, solusi dapat dirancang dengan lebih tepat.

Dalam konteks perusahaan pemula berbasis hasil riset, proses tersebut menjadi semakin penting. Hasil penelitian tidak cukup hanya berhenti pada publikasi atau laporan. Hasil riset perlu diterjemahkan menjadi solusi yang dapat digunakan dan memberikan manfaat.

Design Thinking Membantu Menjembatani Riset dan Pasar

Menurut Khairul, salah satu tantangan perusahaan berbasis riset adalah menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pasar.

Sebuah inovasi bisa saja memiliki teknologi yang baik. Namun, teknologi tersebut belum tentu langsung diterima oleh pengguna.

Karena itu, proses pengembangan harus memperhatikan aspek kebutuhan pengguna, kemudahan penggunaan, nilai manfaat, hingga peluang bisnis.

Design Thinking dapat menjadi pendekatan untuk menjembatani kedua sisi tersebut.

Riset memberikan pemahaman terhadap masalah dan peluang. Design Thinking membantu menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi solusi yang relevan bagi pengguna.

Dengan demikian, proses inovasi tidak berhenti pada penemuan. Inovasi dapat dilanjutkan menjadi produk, layanan, dan bahkan model bisnis yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Peluang Hibah RIIM Startup

Selain materi mengenai pengembangan usaha berbasis riset, kegiatan ini juga memberikan wawasan mengenai peluang pendanaan penelitian dan pengembangan startup.

Hadir sebagai narasumber Dr. Hasmin Tamsah, peneliti dari Universitas Hasanuddin, yang menjelaskan peluang hibah penelitian RIIM Startup kepada para peserta.

Informasi tersebut menjadi penting bagi perusahaan pemula yang memiliki inovasi berbasis riset. Dukungan pendanaan dapat membantu proses pengembangan teknologi, validasi solusi, hingga persiapan menuju tahap komersialisasi.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan ekosistem bisnis menjadi salah satu kunci agar hasil riset dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Mendorong Perusahaan Pemula Berbasis Riset

Kegiatan fasilitasi dan pembinaan yang dilaksanakan BRIDA Kota Makassar ini menjadi ruang bagi perusahaan pemula untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus memahami proses pengembangan produk berbasis kebutuhan pasar.

Bagi Inkubator Bisnis Kota Makassar, pendekatan seperti ini juga sejalan dengan pentingnya membangun usaha yang tidak hanya memiliki produk, tetapi mampu memahami masalah, menciptakan nilai, dan memiliki pasar yang jelas.

Melalui pemahaman terhadap riset dan Design Thinking, perusahaan pemula diharapkan mampu mengembangkan inovasi secara lebih terarah.

Pada akhirnya, bisnis yang baik bukan hanya tentang seberapa canggih solusi yang kita buat, tetapi seberapa tepat solusi tersebut menjawab masalah yang benar-benar ada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart

Hey Yo! Don't know why you here, but nice to see ya!

X
Scroll to Top