Khairul Umam di Garuda Spark Innovation Hub Makassar

Garuda Spark Innovation Hub Makassar Resmi Diluncurkan, Khairul Umam Dorong Kolaborasi Ekosistem Digital

Makassar – Penguatan ekosistem digital membutuhkan lebih dari sekadar kehadiran teknologi. Dibutuhkan ruang yang mampu mempertemukan talenta, startup, industri, akademisi, pemerintah, investor, dan komunitas agar dapat saling terhubung dan menciptakan peluang baru.

Semangat tersebut menjadi bagian dari peluncuran dan aktivasi Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Makassar yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Makassar Creative Hub (MCH) Nusantara, Kota Makassar.

Garuda Spark Innovation Hub dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. Program ini menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan inovasi dan talenta digital. Selain itu, GSIH BSD juga diposisikan sebagai global gateway untuk menghubungkan inovasi Indonesia dengan jejaring dan pasar global.

Salah satu sesi utama dalam kegiatan tersebut adalah panel diskusi bertajuk “Building a City-Scale Digital Ecosystem: Connecting Talent, Innovation, and Community.”

Dalam sesi tersebut, Khairul Umam, S.T., M.T., Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar, hadir dengan membawa perspektif sebagai ecosystem builder. Ia berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun koneksi antarpemangku kepentingan untuk membentuk ekosistem digital yang kuat.

Membangun Ekosistem Tidak Bisa Dilakukan Sendirian

Menurut Khairul, ekosistem tidak akan tumbuh hanya karena ada satu institusi yang bekerja sendiri. Setiap pihak perlu memahami posisi dan kontribusinya dalam ekosistem.

Dalam konteks pengembangan ekosistem digital di kota, pemerintah memiliki peran dalam menciptakan ruang dan kebijakan. Sementara itu, industri dapat membuka kebutuhan dan akses pasar. Akademisi memiliki peran dalam pengembangan pengetahuan dan talenta. Startup menghadirkan inovasi. Komunitas menjadi ruang interaksi dan pertumbuhan.

Karena itu, tantangannya bukan hanya memperbanyak program. Hal yang lebih penting adalah menghubungkan sumber daya yang sudah tersedia agar dapat menghasilkan dampak yang lebih besar.

Khairul melihat bahwa sebuah ekosistem yang sehat harus mampu membuat berbagai pihak saling melengkapi, bukan saling mengambil peran yang sama.

Pendekatan ini menjadi penting bagi Makassar yang memiliki berbagai potensi, mulai dari talenta digital, perguruan tinggi, komunitas, startup, pelaku UMKM, hingga perusahaan teknologi.

Menghubungkan Talent, Innovation, dan Community

Tema panel diskusi yang diangkat dalam kegiatan ini juga menyoroti tiga elemen penting dalam ekosistem digital, yaitu talenta, inovasi, dan komunitas.

Ketiganya tidak dapat berjalan secara terpisah.

Talenta membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan. Inovasi membutuhkan masalah nyata untuk diselesaikan. Sementara komunitas membutuhkan akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan jejaring.

Karena itu, menurut Khairul, ecosystem building pada dasarnya adalah proses menciptakan koneksi.

Bukan hanya mempertemukan orang dalam satu ruangan, tetapi juga menciptakan hubungan yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, akses pasar, kolaborasi bisnis, pengembangan produk, hingga implementasi solusi.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pengalaman Inkubator Bisnis Kota Makassar dalam membangun berbagai kemitraan dengan stakeholder dari sektor pemerintah, perbankan, retail, akademisi, hingga pelaku industri.

Kolaborasi Harus Menghasilkan Nilai

Khairul juga menekankan bahwa kolaborasi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial.

Sebuah kolaborasi harus memiliki tujuan yang jelas dan menghasilkan nilai bagi pihak yang terlibat.

Dalam ekosistem startup dan bisnis digital, misalnya, pertemuan antara startup dan industri idealnya dapat dilanjutkan menjadi pilot project. Pertemuan antara talenta dan perusahaan dapat berkembang menjadi peluang kerja. Sementara hubungan antara startup dan pemerintah dapat membuka ruang implementasi teknologi untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dengan demikian, ekosistem tidak hanya menjadi tempat bertemunya banyak orang. Ekosistem harus menjadi ruang yang memungkinkan sumber daya bergerak dan menghasilkan dampak.

Tiga Perspektif dalam Panel Diskusi

Panel diskusi juga menghadirkan perspektif dari pelaku industri digital dan startup.

Gita Namira, CEO Arta Mobile, turut berbagi pandangan mengenai perkembangan industri dan inovasi digital. Sementara itu, Sidik Permana, CEO Digides.id, memberikan perspektif dari sisi pengembangan bisnis digital.

Kehadiran ketiga narasumber memberikan sudut pandang yang saling melengkapi. Diskusi tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga bagaimana inovasi dapat terhubung dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Bagi Makassar, ruang diskusi seperti ini menjadi penting untuk memperkuat posisi kota sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia Timur.

GSIH Makassar sebagai Ruang Pertumbuhan Ekosistem

Peluncuran Garuda Spark Innovation Hub Makassar diharapkan dapat menjadi salah satu ruang baru bagi pertumbuhan ekosistem digital di kota ini.

Dengan mempertemukan pemerintah, startup, talenta, industri, akademisi, investor, dan komunitas, GSIH memiliki peluang untuk menjadi penghubung berbagai potensi yang selama ini telah berkembang secara terpisah.

Bagi Khairul Umam, penguatan ekosistem pada akhirnya bukan tentang siapa yang menjadi pemain utama. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap stakeholder dapat mengambil peran dan memberikan kontribusi terbaiknya.

Sebab, ekosistem yang kuat bukan dibangun oleh satu pihak, melainkan oleh banyak pihak yang mampu bergerak dalam arah yang sama.

Melalui Garuda Spark Innovation Hub Makassar, harapannya semakin banyak talenta yang menemukan ruang untuk berkembang, semakin banyak inovasi yang mendapatkan akses implementasi, dan semakin banyak kolaborasi yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart

Hey Yo! Don't know why you here, but nice to see ya!

X
Scroll to Top