Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat membangun dan menjalankan bisnis. Bagi pelaku UMKM, perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan berbagai alat dan platform baru, tetapi juga menuntut cara berpikir yang lebih adaptif dalam melihat peluang.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Khairul Umam, S.T., M.T. dalam kegiatan Sharing is Caring Expo UMKM Berdaya binaan YBM PLN, yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, di Kantor PT PLN (Persero) UID SULSELRABAR, Makassar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad YBM PLN ke-20 yang mengusung tema “Menebar Manfaat dan Membangun Kemandirian.” Khairul Umam hadir sebagai pemateri untuk berbagi mengenai digital entrepreneurship kepada para pelaku usaha penerima manfaat program zakat PLN.
Membangun Mindset Wirausaha di Era Digital
Dalam sesi tersebut, Khairul mengajak peserta untuk melihat kewirausahaan tidak hanya sebagai aktivitas menjalankan usaha, tetapi juga sebagai pola pikir yang perlu terus dikembangkan.
Menurutnya, perkembangan digital membuat peluang usaha semakin terbuka. Namun, pemanfaatan teknologi tetap perlu dimulai dari kemampuan pelaku usaha dalam memahami bisnisnya sendiri, melihat kebutuhan pasar, dan berani beradaptasi terhadap perubahan.
Karena itu, entrepreneurial mindset menjadi salah satu fondasi penting.
Digitalisasi bukan sekadar menggunakan media sosial atau membuka toko di platform digital. Lebih jauh, pelaku usaha perlu memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu proses bisnis, menjangkau pelanggan, membangun komunikasi, memperkuat merek, hingga menciptakan peluang pasar baru.
Dengan mindset tersebut, teknologi tidak hanya menjadi alat promosi, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha.
Memperkuat Kemandirian melalui Kewirausahaan
Sharing is Caring Expo UMKM Berdaya menjadi bagian dari upaya YBM PLN dalam menghadirkan pemberdayaan bagi masyarakat melalui program zakat.
Para peserta yang hadir merupakan pengusaha binaan Desa Cahaya, yang menjadi penerima manfaat program zakat PLN. Mereka berasal dari berbagai provinsi dan berkumpul di Kota Makassar untuk mengikuti rangkaian kegiatan pemberdayaan.
Latar belakang peserta yang beragam membuat sesi berbagi menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman. Masing-masing pelaku usaha memiliki karakter bisnis, tantangan, dan potensi pengembangan yang berbeda.
Dalam konteks tersebut, penguatan kapasitas kewirausahaan menjadi penting agar bantuan dan program pemberdayaan dapat berkembang menuju kemandirian ekonomi.
Bukan hanya bagaimana sebuah usaha mendapatkan dukungan, tetapi bagaimana dukungan tersebut dapat membantu pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.
Tidak Berhenti pada Materi
Selain menyampaikan materi mengenai digital entrepreneurship, Khairul Umam juga memberikan masukan terhadap sejumlah produk usaha binaan yang dibawa oleh peserta.
Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan perspektif mengenai potensi pengembangan produk mereka, baik dari sisi bisnis maupun bagaimana produk dapat dikembangkan agar lebih siap menghadapi pasar.
Pendekatan seperti ini membuat kegiatan tidak berhenti pada pemaparan materi secara umum. Interaksi langsung dengan produk dan pelaku usaha memungkinkan pembahasan menjadi lebih kontekstual sesuai dengan kondisi masing-masing bisnis.
Bagi pelaku UMKM, masukan sederhana yang diberikan dari perspektif lain dapat menjadi titik awal untuk melihat kembali produk, target pasar, cara komunikasi, maupun strategi pengembangannya.
Dari Penerima Manfaat Menuju Pelaku Usaha yang Mandiri
Semangat “Menebar Manfaat dan Membangun Kemandirian” yang diusung dalam Milad YBM PLN ke-20 menemukan relevansinya dalam pengembangan kapasitas para pelaku usaha.
Pemberdayaan tidak hanya berbicara mengenai pemberian manfaat dalam jangka pendek. Lebih jauh, pemberdayaan juga dapat diarahkan untuk membangun kemampuan, kepercayaan diri, jaringan, dan kapasitas usaha agar penerima manfaat dapat terus berkembang.
Di tengah perubahan ekonomi yang semakin digital, kemampuan tersebut menjadi semakin penting.
Bagi Khairul Umam, membangun digital entrepreneurship berarti membantu pelaku usaha memahami bahwa teknologi adalah bagian dari lingkungan bisnis yang perlu dipelajari dan dimanfaatkan secara strategis.
Pada akhirnya, kegiatan Sharing is Caring Expo UMKM Berdaya tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pengalaman, produk, dan gagasan pengembangan usaha.
Dari Makassar, para pelaku usaha binaan Desa Cahaya membawa pulang bukan hanya pengalaman mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga perspektif baru untuk terus mengembangkan usaha dan membangun kemandirian melalui kewirausahaan di era digital.









