Khairul Umam Menjadi Narasumber di BRInkubator

Khairul Umam Bahas Strategi Manajemen Rantai Pasok untuk UMKM di BRIncubator Local 2026

Kelancaran produksi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan sebuah UMKM menghasilkan produk. Di balik produk yang sampai kepada pelanggan, terdapat rangkaian proses yang perlu dikelola dengan baik, mulai dari ketersediaan bahan baku, pemilihan pemasok, pengelolaan persediaan, proses produksi, hingga distribusi.

Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam Pelatihan BRIncubator Local 2026 Day 4 yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN Makassar pada Rabu, 23 September 2026.

Bertempat di Ruang Pelatihan Lantai 2 Rumah BUMN Makassar, Khairul Umam, S.T., M.T., dari Inkubator UMKM Kota Makassar hadir sebagai narasumber untuk membawakan materi mengenai Manajemen Rantai Pasok atau Supply Chain Management (SCM).

Sesi yang berlangsung pukul 13.00–16.00 WITA tersebut secara khusus membahas pengelolaan stok, manajemen pemasok, serta strategi mengelola rantai pasok agar operasional bisnis peserta dapat berjalan lebih tertata.

Memahami Rantai Pasok dari Model Bisnis

Dalam sesi tersebut, Khairul Umam tidak hanya membahas rantai pasok sebagai aktivitas pembelian bahan baku. Ia mengajak peserta melihat bagaimana pengelolaan rantai pasok memiliki keterkaitan langsung dengan model bisnis secara keseluruhan.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah menghubungkan Supply Chain Management dengan Business Model Canvas (BMC).

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa rantai pasok memiliki hubungan erat dengan beberapa elemen penting dalam BMC.

Pada bagian Key Resources, misalnya, bahan baku menjadi salah satu sumber daya utama yang harus dipastikan ketersediaannya. Sementara pada Key Activities, pencatatan persediaan dan stok opname secara berkala menjadi aktivitas penting untuk menjaga kontrol terhadap kondisi stok.

Di sisi lain, Key Partners berkaitan dengan bagaimana pelaku usaha membangun hubungan dengan supplier. Tidak cukup hanya memiliki satu pemasok, UMKM juga perlu mempertimbangkan keberadaan supplier cadangan yang dapat diandalkan ketika terjadi kendala pasokan.

Seluruh keputusan tersebut kemudian memiliki dampak terhadap Cost Structure, termasuk bagaimana bisnis mengendalikan biaya dan menjaga agar Harga Pokok Penjualan (HPP) tetap terukur.

Jangan Sampai Produksi Berhenti Karena Stok

Salah satu persoalan yang sering muncul dalam operasional UMKM adalah pengelolaan stok yang belum dilakukan secara sistematis.

Stok yang terlalu sedikit dapat menyebabkan produksi terhenti ketika bahan baku tidak tersedia. Sebaliknya, stok yang terlalu banyak juga dapat membuat modal tertahan dalam persediaan dan meningkatkan risiko bahan mengalami kerusakan atau tidak terpakai.

Karena itu, pengelolaan persediaan perlu didasarkan pada kebutuhan bisnis dan pola penggunaan bahan.

Dalam materi pelatihan, peserta diperkenalkan pada konsep stok opname dan Reorder Point (ROP) sebagai bagian dari upaya menentukan kapan sebuah bahan atau produk perlu kembali dipesan.

Pendekatan tersebut membantu pelaku usaha beralih dari pola pembelian yang sekadar berdasarkan perkiraan menuju pengelolaan persediaan yang lebih terukur.

Supplier Bukan Sekadar Tempat Membeli Bahan

Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya pengelolaan pemasok.

Bagi UMKM, supplier merupakan bagian penting dari rantai pasok karena kualitas, harga, ketepatan waktu, dan kontinuitas pasokan dapat berpengaruh langsung terhadap operasional bisnis.

Karena itu, peserta diajak untuk tidak hanya mencatat siapa pemasok mereka, tetapi juga mulai memetakan supplier utama dan supplier cadangan.

Pemetaan tersebut dapat membantu bisnis menghadapi kondisi yang tidak terduga, seperti keterlambatan pengiriman, perubahan harga, keterbatasan stok dari supplier, maupun gangguan lain yang dapat memengaruhi proses produksi.

Dengan memiliki alternatif pemasok, bisnis memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga kontinuitas operasional ketika salah satu sumber pasokan mengalami kendala.

Dari Konsep ke Worksheet

Salah satu bagian penting dalam sesi BRIncubator Local 2026 ini adalah penerapan materi melalui worksheet.

Peserta diarahkan untuk mulai memetakan kondisi rantai pasok bisnis mereka sendiri, termasuk mengisi Tabel Stok Opname dan Reorder Point serta Daftar Supplier Utama dan Supplier Cadangan.

Pendekatan tersebut membuat materi Supply Chain Management tidak berhenti pada pemahaman konsep.

Peserta dapat langsung melihat bagaimana data persediaan, kebutuhan produksi, dan informasi supplier dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Dengan demikian, pengelolaan rantai pasok dapat menjadi bagian dari sistem bisnis yang lebih terstruktur, bukan sekadar aktivitas pembelian ketika bahan baku mulai habis.

Membangun UMKM dengan Operasional yang Lebih Tertata

Bagi UMKM yang sedang berkembang, kemampuan mengelola rantai pasok menjadi semakin penting. Pertumbuhan permintaan perlu diikuti dengan kemampuan menjaga ketersediaan bahan, mengelola pemasok, mengontrol biaya, dan memastikan proses produksi tetap berjalan.

Melalui BRIncubator Local 2026, pembelajaran seperti ini menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas pelaku UMKM agar tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun fondasi operasional yang lebih kuat.

Bagi Khairul Umam, memahami bisnis secara utuh berarti memahami pula apa yang terjadi di balik sebuah produk sebelum sampai ke tangan pelanggan.

Sebab, bisnis yang tumbuh bukan hanya tentang berapa banyak produk yang terjual, tetapi juga tentang bagaimana pelaku usaha mampu memastikan proses di belakangnya tetap berjalan secara konsisten, efisien, dan siap menghadapi perubahan kebutuhan pasar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart

Hey Yo! Don't know why you here, but nice to see ya!

X
Scroll to Top