Peralihan dari sekolah menengah menuju perguruan tinggi menjadi fase baru bagi setiap mahasiswa. Bukan hanya tentang memasuki lingkungan akademik yang berbeda, tetapi juga tentang menemukan minat, membangun relasi, mengembangkan kemampuan, dan mulai menentukan arah perjalanan diri.
Semangat tersebut menjadi bagian dari Being A Student in Computer Science (BASICS) 2026, kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Mengusung tema “Jangan Cuma Jadi Penonton”, BASICS 2026 mendorong mahasiswa baru untuk tidak sekadar hadir dan mengikuti perkuliahan, tetapi mulai mengambil peran, mencoba berbagai pengalaman, membangun karya, dan memberikan kontribusi selama berada di lingkungan kampus.
Mengenal Dunia di Luar Ruang Kuliah
Salah satu rangkaian BASICS 2026 menghadirkan sesi “Dari Pengalaman Menjadi Peluang: Mengenal Berbagai Bidang dan Karier di Dunia IT” yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 di Aula Lantai 3 FIKOM UMI.
Sesi tersebut menghadirkan beberapa narasumber dengan latar pengalaman yang berbeda, yaitu Chandra Novitasari, Khairul Umam, Zulkifli A.T., dan Safirah Maruapey.
Para narasumber berbagi pengalaman mengenai perjalanan selama menjadi mahasiswa, aktivitas yang dilakukan setelahnya, kompetensi yang perlu dikembangkan, hingga berbagai peluang yang dapat dipersiapkan mahasiswa sejak berada di bangku kuliah.
Diskusi berlangsung dengan suasana yang ringan dan interaktif. Mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk melihat dunia IT bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi pengalaman, organisasi, pengembangan diri, dan peluang karier.
Khairul Umam: Mahasiswa Harus Terus Bergerak
Dalam sesi tersebut, Khairul Umam, S.T., M.T. lebih banyak membagikan pengalaman perjalanan selama menjadi mahasiswa, khususnya dalam berorganisasi dan memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia di lingkungan kampus.
Menurutnya, masa kuliah merupakan periode yang sangat berharga untuk mencoba berbagai hal. Mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai membangun pengalaman.
Justru, berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus dapat menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional maupun membangun usaha.
Khairul mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus menyelesaikan tugas perkuliahan, tetapi juga mulai mengerjakan project, membangun karya, mengikuti organisasi, membangun jejaring, bahkan mencoba mendirikan usaha.
Baginya, kampus merupakan ruang untuk bereksperimen dan menemukan potensi diri.
“Learn to Lead Yourself. Pelajari cara memimpin dirimu sendiri.”
Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama yang disampaikan Khairul kepada mahasiswa baru. Sebelum belajar memimpin orang lain, mahasiswa perlu terlebih dahulu mampu mengenali, mengelola, dan mengarahkan dirinya sendiri.
Empat Pesan untuk Memaksimalkan Masa Kuliah
Khairul kemudian membagikan beberapa tips sederhana yang dapat menjadi pegangan mahasiswa dalam menjalani perjalanan kampus.
1. Enjoy Your Campus Journey and Progress
Nikmati perjalanan kampusmu dan progress-nya.
Setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Karena itu, mahasiswa tidak perlu terlalu sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain.
Yang lebih penting adalah memastikan bahwa dirinya terus berkembang dari waktu ke waktu.
2. Talk to as Many People as You Can
Bicara dengan sebanyak mungkin orang selama di kampus.
Kampus mempertemukan mahasiswa dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.
Dosen, teman seangkatan, senior, alumni, organisasi mahasiswa, komunitas, maupun pihak eksternal dapat menjadi bagian dari perjalanan belajar.
Relasi tersebut tidak hanya berguna untuk membangun jaringan, tetapi juga membuka perspektif baru.
3. Read and Write as Much as You Can
Membaca dan menulislah sebanyak mungkin.
Menurut Khairul, kemampuan membaca membantu mahasiswa memperluas wawasan, sementara menulis membantu mereka mengolah dan menyampaikan gagasan.
Keduanya menjadi kemampuan yang tetap relevan, termasuk ketika mahasiswa nantinya memasuki dunia profesional.
4. Deploy as Many Projects as You Could
Laksanakan sebanyak mungkin project selagi kalian muda.
Bagi Khairul, mahasiswa perlu mulai membuat sesuatu.
Tidak harus selalu berupa project besar. Sebuah aplikasi sederhana, kegiatan organisasi, penelitian kecil, konten digital, kegiatan sosial, bisnis kecil, atau project bersama teman dapat menjadi pengalaman yang bernilai.
Yang terpenting adalah berani memulai dan menyelesaikannya.
Mengenal Peluang melalui Pengalaman Para Narasumber
Selain Khairul Umam, sesi tersebut juga menghadirkan perspektif yang beragam.
Zulkifli A.T. banyak membahas mengenai personal branding dan self awareness, mengajak mahasiswa untuk mulai mengenali dirinya, potensinya, serta bagaimana membangun identitas yang positif.
Sementara itu, Safirah Maruapey berbagi mengenai pengalaman dan peluang karier sebagai web developer dan app developer, memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pilihan profesi yang dapat dikembangkan dari kompetensi teknologi.
Ibu Chandra sendiri banyak membahas tentang peluang sertifikasi profesional yang dapat diambil oleh para mahasiswa baru ketika mereka siap. Sertifikasi ini nantinya akan menjadi modal kompetensi Mahasiswa untuk bersaing di tingkat nasional hingga globa.
Berbagai perspektif tersebut menunjukkan bahwa dunia IT memiliki ruang yang luas. Mahasiswa dapat mengembangkan karier melalui jalur teknologi, bisnis, organisasi, maupun berbagai bidang lain yang memanfaatkan kompetensi digital.
Jangan Cuma Jadi Penonton
Pesan utama BASICS 2026, “Jangan Cuma Jadi Penonton”, menjadi semakin relevan ketika mahasiswa mulai memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang datang ke kelas, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Ada banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun pengalaman.
Organisasi dapat menjadi ruang belajar kepemimpinan. Project dapat menjadi ruang untuk mengasah kemampuan. Komunitas dapat memperluas jejaring. Kompetisi dapat menguji kemampuan. Sementara kegiatan kewirausahaan dapat memperkenalkan mahasiswa pada dunia bisnis secara langsung.
Karena itu, masa kuliah sebaiknya tidak hanya dihabiskan untuk menunggu kelulusan.
Maksimalkan waktu selama berada di kampus. Belajar, bertemu orang baru, mencoba hal baru, dan mulai menghasilkan sesuatu.
Diskusi Interaktif Bersama Mahasiswa Baru
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama seluruh narasumber.
Mahasiswa baru FIKOM UMI terlihat antusias mengikuti sesi tersebut. Berbagai pertanyaan dan interaksi membuat diskusi berlangsung secara aktif, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai perjalanan setelah memasuki dunia perguruan tinggi.
Bagi mahasiswa baru, pengalaman dari para narasumber menjadi pengingat bahwa perjalanan kuliah tidak harus berjalan dengan satu pola yang sama.
Ada banyak ruang untuk tumbuh dan banyak pilihan yang dapat dicoba.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa dari sesi tersebut sederhana: jangan hanya menjadi penonton dalam perjalanan kuliah sendiri. Temukan ruangmu, ambil peranmu, bangun jejakmu, dan mulai memberikan dampak.
Karena pengalaman yang dibangun hari ini dapat menjadi bagian penting dari cerita dan peluang yang akan dibawa mahasiswa ketika meninggalkan kampus nanti.






