Khairul Umam Menjadi Narasumber DP3A

Perempuan Makassar Harus Punya Mindset Wirausaha dan Berani Beradaptasi

Perjalanan membangun usaha sering kali tidak dimulai dari modal yang besar atau bisnis yang sudah sempurna. Dalam banyak situasi, langkah pertama justru dimulai dari keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, dan kemampuan melihat peluang di tengah perubahan.

Pesan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama Khairul Umam, S.T., M.T. saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dan Akses Ekonomi Tahap 1 yang dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026, di Hotel Horison Ultima Makassar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sub Kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Partisipasi Perempuan dalam Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi, dengan menghadirkan peserta perempuan dari berbagai wilayah di Kota Makassar.

Menguatkan Mindset Sebelum Memulai Usaha

Dalam sesi yang dibawakannya, Khairul mengangkat materi mengenai Mindset dan Motivasi Wirausaha.

Pembahasan tersebut menjadi penting karena kemampuan berwirausaha tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menjalankan bisnis. Sebelum berbicara mengenai produk, pemasaran, modal, maupun keuntungan, seorang calon pelaku usaha perlu memiliki kesiapan untuk belajar dan menghadapi berbagai perubahan.

Khairul mengajak peserta untuk memiliki pola pikir yang lebih terbuka terhadap perubahan dalam dunia bisnis.

Perubahan kebutuhan konsumen, perkembangan teknologi, persaingan usaha, hingga munculnya berbagai model bisnis baru membuat pelaku usaha perlu terus beradaptasi. Karena itu, apa yang berhasil dilakukan hari ini belum tentu menjadi satu-satunya cara untuk menjalankan bisnis di masa mendatang.

Kemauan untuk belajar dan mencoba menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Perempuan Kepala Keluarga dan Peluang Ekonomi

Pelatihan ini menghadirkan peserta perempuan yang berasal dari 15 kecamatan di Kota Makassar. Peserta merupakan perempuan yang berstatus sebagai kepala keluarga dan berasal dari kelompok Desil 1–4.

Kehadiran mereka dalam pelatihan menjadi bagian dari upaya membuka akses terhadap pengetahuan dan pengembangan kapasitas ekonomi.

Dalam konteks tersebut, kewirausahaan dapat menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menciptakan peluang ekonomi sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing peserta.

Namun, proses tersebut tentu tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.

Setiap peserta memiliki pengalaman, keterampilan, lingkungan, dan sumber daya yang berbeda. Karena itu, pendekatan kewirausahaan perlu disesuaikan dengan kondisi nyata yang mereka miliki.

Berani Memulai dari Hal Sederhana

Selain Khairul Umam, kegiatan ini juga menghadirkan Nurtayyibul Yama, CEO Jajansepuluhribu.id, yang memberikan perspektif mengenai bagaimana memulai usaha dari sesuatu yang sederhana.

Pesan tersebut melengkapi pembahasan mengenai mindset kewirausahaan. Memulai bisnis tidak selalu harus menunggu sampai semua kondisi menjadi ideal.

Hal yang lebih penting adalah menemukan kebutuhan atau persoalan yang dapat dijawab melalui produk maupun layanan, kemudian mulai mengujinya dalam skala yang sesuai dengan kemampuan.

Dari langkah sederhana tersebut, pelaku usaha dapat belajar mengenali pelanggan, memperbaiki produk, menghitung biaya, hingga memahami bagaimana bisnis dapat dikembangkan secara bertahap.

Dari Motivasi Menuju Keberanian untuk Mencoba

Bagi Khairul, membangun mindset wirausaha bukan sekadar memberikan motivasi agar seseorang mau berjualan.

Lebih dari itu, mindset kewirausahaan berkaitan dengan cara seseorang melihat peluang, menghadapi masalah, mengambil keputusan, dan merespons perubahan.

Dalam dunia usaha, tantangan merupakan bagian dari proses belajar. Produk bisa saja belum sesuai dengan kebutuhan pasar, strategi pemasaran perlu diperbaiki, atau cara menjalankan bisnis harus berubah mengikuti kondisi.

Karena itu, peserta didorong untuk tidak takut belajar dari proses tersebut.

Pelatihan Kewirausahaan dan Akses Ekonomi Tahap 1 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan perspektif tersebut kepada perempuan kepala keluarga dari berbagai kecamatan di Makassar.

Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat menjadi bekal untuk mulai melihat potensi di sekitar, mengembangkan keterampilan yang dimiliki, dan mengambil langkah nyata dalam membangun usaha.

Sebab, dalam perjalanan kewirausahaan, langkah pertama tidak harus sempurna. Yang penting adalah berani memulai, mau belajar, dan terus beradaptasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart

Hey Yo! Don't know why you here, but nice to see ya!

X
Scroll to Top