Makassar, 12–15 November 2025 — Sentra Wirajaya Makassar Kementerian Sosial RI bersama Dinas Sosial Kota Makassar, HWDI (Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia), dan berbagai mitra strategis menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Kewirausahaan Membatik Inklusif sebagai bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025. Program ini berlangsung selama empat hari di Monumen Korban 40.000 Jiwa, Jl. Langgau, Makassar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Komunitas/Masyarakat (RBK/M), yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pelatihan membatik yang inklusif, kreatif, dan aplikatif. Peserta dibekali teknik batik cap, batik tulis, batik ciprat, hingga strategi pewarnaan, pelorodan, dan pengembangan produk.
Pada sesi kewirausahaan, Khairul Umam hadir sebagai pembicara dengan materi “Pengenalan Inkubator sebagai Mitra Bertumbuh UMKM”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya inkubator sebagai ruang bertumbuh yang inklusif bagi seluruh pelaku UMKM, tanpa memandang latar belakang. Khairul juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan fasilitas Inkubator UMKM Kota Makassar sebagai sarana pengembangan usaha secara nyata dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menghadirkan Azhar dari Bank BSI, yang memperkenalkan layanan pembiayaan dan tabungan emas sebagai peluang akses permodalan bagi perajin disabilitas. Selama empat hari, peserta mengikuti rangkaian pelatihan intensif mulai dari motivasi, asesmen, produksi batik, strategi harga, hingga tahap final berupa presentasi prototipe dan rencana bisnis.
Melalui kolaborasi antara Kemensos, Dinsos Makassar, dan HWDI, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan ekosistem pemberdayaan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas di Kota Makassar.
#MembatikInklusif #HariDisabilitasInternasional #UMKMDisabilitas #PemberdayaanDisabilitas #KemensosRI #DinsosMakassar #InkubatorUMKM #Batikpreneur #EkonomiInklusif #MakassarEvent








