Kolaborasi antar daerah kembali diperkuat melalui kegiatan Forum Bisnis dan Gathering Investasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pada Kamis, 21 Mei 2026, di Aston Makassar Hotel and Convention Center. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan stakeholder bisnis untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan investasi, penguatan UMKM, serta pembangunan ekosistem bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun jejaring investasi dan kolaborasi antar daerah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal. Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar turut memberikan sambutan yang diwakili oleh Bapak Zainal Ibrahim selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Makassar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif forum lintas daerah yang mempertemukan berbagai stakeholder bisnis dan pemerintahan dalam satu ruang kolaboratif.
Dalam kegiatan tersebut, Khairul Umam, S.T., M.T., selaku Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar, hadir mewakili Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar sebagai salah satu narasumber utama. Khairul menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Makassar yang membahas secara khusus model pengembangan bisnis melalui sistem inkubasi yang terintegrasi, mulai dari Inkubator UMKM, Inkubator Koperasi, hingga Inkubator Startup Kota Makassar.
Forum yang berlangsung di Ruang Kapoposang lantai 17 Aston Makassar ini turut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, mulai dari Ketua DPRD Kota Banjarmasin, perwakilan Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, HIPMI Banjarmasin, PHRI Banjarmasin, akademisi, hingga Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan. Kehadiran berbagai pihak tersebut mencerminkan semangat bersama dalam membangun iklim usaha dan investasi yang lebih inklusif serta mampu mendorong pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Khairul Umam menjelaskan bahwa Inkubator Bisnis Kota Makassar dikembangkan sebagai ekosistem yang tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga menciptakan jalur pengembangan usaha yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia memaparkan bagaimana proses pendampingan dimulai dari tahap Pra-Inkubasi untuk membangun mindset dan validasi usaha, kemudian masuk ke tahap Inkubasi dengan pendampingan intensif, hingga tahap Akselerasi untuk memperluas pasar, jejaring bisnis, dan akses pembiayaan.
Khairul juga membagikan berbagai capaian Inkubator Bisnis Kota Makassar yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat lebih dari 4.000 UMKM berada pada tahap Pra-Inkubasi, lebih dari 900 UMKM menjalani proses Inkubasi aktif, dan lebih dari 200 UMKM berhasil masuk ke tahap Akselerasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi multisektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, sektor perbankan, retail modern, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif, foto bersama, serta networking antar peserta dan narasumber. Melalui Forum Bisnis dan Gathering Investasi ini, diharapkan tercipta hubungan kerja sama yang lebih erat antara Kota Makassar dan Kota Banjarmasin dalam pengembangan UMKM, startup, koperasi, dan investasi daerah. Kehadiran Khairul Umam dalam forum tersebut sekaligus mempertegas komitmen Inkubator Bisnis Kota Makassar untuk terus menjadi motor penggerak kolaborasi dan inovasi ekonomi di tingkat regional maupun nasional.





