Makassar, 18 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin kembali menghadirkan praktisi industri untuk memperkuat kapasitas mahasiswa melalui kegiatan Pendampingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Bertempat di Ruang Lounge Dosen Lantai 1 FEB Universitas Hasanuddin, kegiatan ini menghadirkan General Manager Inkubator Bisnis Kota Makassar, Khairul Umam, S.T., M.T., sebagai narasumber yang memberikan pendampingan strategis kepada tim mahasiswa pengusul PKM.
Dalam sesi pendampingan, Khairul Umam membagikan pengalaman mengenai proses pengembangan inovasi agar tidak hanya unggul dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki model bisnis yang kuat dan peluang implementasi di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan produk, melainkan juga oleh kemampuan tim memahami kebutuhan pengguna, menyusun strategi pemasaran, mengelola aspek keuangan, hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Inovasi yang baik bukan sekadar menghasilkan produk baru, tetapi mampu memberikan solusi terhadap permasalahan nyata. Karena itu, mahasiswa perlu mulai membangun pola pikir kewirausahaan sejak awal agar inovasi yang dikembangkan memiliki peluang untuk terus bertumbuh setelah kompetisi berakhir,” ujar Khairul Umam.
Pada kesempatan tersebut, terdapat tiga tim inovasi yang memperoleh pendampingan intensif, yaitu:
- FreshPax, yang mengembangkan lembaran inovatif untuk memperlambat proses pembusukan buah sehingga masa simpan produk menjadi lebih panjang.
- Aseguard, yang menghadirkan gel berbahan dasar minyak atsiri sebagai solusi alami untuk mengusir kutu beras tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
- Patellu, yang mengembangkan insektisida alami berbahan dasar urin sapi dan bahan organik lainnya sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian hama pertanian.
Ketiga inovasi tersebut mendapatkan berbagai masukan mengenai penyempurnaan Business Model Canvas, validasi pasar, segmentasi pelanggan, strategi pemasaran digital, perencanaan keuangan, hingga peluang hilirisasi produk agar mampu berkembang menjadi usaha berbasis inovasi yang berkelanjutan.
Selain membahas aspek bisnis, peserta juga didorong untuk memperkuat nilai keberlanjutan (sustainability), dampak sosial, serta potensi kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendanaan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan tim dalam mengembangkan inovasi menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Pendampingan berlangsung secara interaktif dengan diskusi mendalam mengenai tantangan yang dihadapi masing-masing tim. Para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai strategi pengembangan produk, penyusunan proposal, hingga langkah-langkah komersialisasi inovasi.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi dan kewirausahaan di lingkungan kampus. Kolaborasi bersama praktisi seperti Khairul Umam diharapkan mampu memberikan perspektif nyata dari dunia industri sehingga inovasi mahasiswa tidak hanya berprestasi dalam kompetisi, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi startup maupun usaha yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.







